Menjadi kaya itu pastinya impian setiap orang. Karena dengan uang kita bisa membeli apapun. Sebagai seorang mahasiswa tentunya saat ini kita masih dihinggapi idealisme yg sedang tinggi2nya..
Lulus kuliah tepat waktu. IP diatas 3 dan kerja di tempat yg gajinya gede. Saya yakin itu semua ada di pikiran teman-teman semua.

Umumnya,klo saya liat di subjur saya,telekomunikasi,tren yang ada biasanya adalah kerja di vendor dulu beberapa tahun cari ilmu (dan gaji tentunya) sambil berharap kali2 aja dikirim ke luar negeri buat training. Selanjutnya,setelah puas bermain-main dengan ilmu tentunya beralih ke tipe pekerjaan yang sedikit tenang dan tidak terlalu menguras energi seperti kerja di operator.

Namun yang perlu diingat bahwa jangan hanya berpikir untuk mencari uang sampai2 tidak bisa menikmati hasil keringatnya sendiri seperti pengalaman kakak kita Hu Sin Yu, seorang engineer muda di Huawei ini.

Meninggal dalam usia 25 tahun pada 28 mei 2006 di rumah sakit akibat
infeksi pada otaknya (streptococcus pneumoniae), dengan organ-organ
utama tubuhnya yang sudah tak dapat berfungsi dengan baik.

klo bisa saya resume, kira2 kronologisnya sebagai berikut :

Hu Sin Yu, bergabung dengan huawei di senzhen tahun 2005, segera setelah lulus

study masternya di kota chengdu. Di huawei, dia termasuk anggota dari team fixed line network products, yang kemudian bergabung dalam satu project confidential perusahaannya. Hu bekerja full time dan kelewat waktu, pulang pukul 10 malam setiap
harinya, dan berangkat lagi ke kantor pukul 7 pagi sebelum bergabung
dengan project rahasia ini. jam kerjanya menjadi lebih lama, yang
biasanya hingga pukul 02.00 dinihari, dan kembali bekerja di pagi hari
pukul 8.

Hal ini juga sangat mengagetkan karena si mas Hu ini suka sepakbola dan tahan bersepakbola berjam-jam bersama temannya. Teman sekolahnya mengatakan “kerja melampui daya tahan tubuhnya telah membuat sistem kekebalan tubuhnya rusak, menjadikan iya lemah dan sakit-sakitan”.

Nah,dari sini didapat pesan moral. “Hati2 dengan nyawamu karena nyawa ga dijual di apotik. “

Satu lagi, beritanya udah basi, walaupun begitu ternyata saya bisa juga bahasa mandarin euy…

Hehehehe….